Kejadian ini sudah lewat 2 tahun yang lalu. Sebenarnya saya juga segan menceritakan hal ini, karena kuatir dianggap mengada-ada, tetapi ini cerita sebenarnya. Percaya atau tidak kembali ke pembaca saja.



Saya seorang yang tidak percaya sama hal-hal mistis ataupun gaib, meskipun sudah pernah mengalami kejadian tersebut, saya sendiri sebetulnya masih tidak sepenuhnya yakin dengan hal-hal begituan sampai sekarang.


Jadi ceritanya begini. Di komplek perumahan yang saya tinggal, ada dibangun sebuah pos untuk tempat warga berkumpul. Biasanya saya dan tetangga sering berkumpul hingga larut malam, kadang sampai jam 2 pagi, ngobrol-ngobrol dan sebagainya. Walaupun ada pos, tetapi kami tidak pernah melakukan siskamling komplek, karena ada petugas keamanan yang sudah bertugas di perumahan kami.


Tapi pada tengah malam waktu itu, entah mengapa kami iseng keliling. Waktu itu jam menunjukkan jam 12 lewat. Saya bersama 3 teman lainnya, salah seorang yg bernama Karim, badannya sangat gemuk, kira2 120 kg beratnya. Kami mulai dari gang sebelah pos, lalu lanjut berjalan kira-kira 50 meter (sekitar 8 rumah).


Tiba-tiba kami melihat sesuatu di bawah pohon. Suasana saat itu gelap. Kami pikir itu mungkin anjing. Kami coba mendekati, tetapi bayangan itu tiba-tiba merintih….


“Ampuuuuunn….ampuuunnnnn……..”


 


WAH! Semua langsung mengambil langkah seribu kabur! Karim, biar gemuk, larinya paling kencang di depan (sampai sekarang saya masih heran, kok bisa dia yg paling kencang larinya). Sesampai di pos, semua terheran-heran melihat kami teriak-teriak. Setelah diceritakan, kami kembali ke tempat itu beramai-ramai. Tidak lupa juga mempersenjatakan diri, beberapa bawa kayu.


Kami kembali ke posisi tadi. Bayangan itu masih ada. Setelah kami mendekat, ternyata ada seorang perempuan sedang menyembah-nyembah di bawah pohon, sambil merintih “ampun..ampun..” Setelah diperhatikan lagi, ternyata dia adalah pembantu RT nya teman aku, Ko Acin yang biasanya sering ikut ngumpul di pos, tapi pada hari itu dia di rumah. Setelah rumahnya digedor dan dicek, kami semua terheran-heran. Bagaimana caranya si pembantu bisa keluar dari rumah? Pagar dan pintu dalam keadaan terkunci dan kuncinya masih ada di dalam.


Kejadian ini tidak berhenti pada hari itu saja, beberapa hari kemudian, kami menemukan pembantu itu ada di dalam rumah kosong yang berjarak 2 rumah dari rumah majikannya. Kami memanggil petugas keamanan untuk minta bantuan mendobrak jendela rumah itu. Satu hal yang pasti adalah kami tidak tahu bagaimana si pembantu itu bisa masuk rumah kosong itu. Soalnya yang jelas, sebelum mendobrak jendela, kami sudah periksa semua jalan masuk. Tidak ada satu bagian yang bisa disusupi. Soalnya rumah itu semuanya dalam keadaan terkunci. Dan! Rumah majikan si pembantu juga dalam keadaan terkunci rapi, dan kunci ada di dalam. Jadi tidak hanya bagaimana si pembantu itu bisa masuk rumah kosong. Bagaimana caranya pembantu keluar dari rumah majikan saja menjadi pertanyaan.


Demikian pula, beberapa hari kemudian lagi, kami menemukan dia jam 10 malam di rumah kosong itu lagi dalam keadaan basah kuyup dan badan penuh cakaran, sewaktu ditanya kenapa kok basah kuyup dan penuh cakaran, dia bilang dia diceburin kedalam bak penampungan air oleh istrinya “siluman penjaga”, katanya silumannya berbentuk siluman ayam dan badannya dicakar-cakar oleh sang “istri”, sebab sang istri marah saat mengetahui sang “suami” bermaksud menjadikannya sebagai istri.


Selang seminggu, kami sedang cerita-cerita kejadian ini, dan ada seorang teman, Felix, yang tidak percaya sambil mengejek-ngejek kami. Belum satu menit dia mengejek, tiba-tibas saja dari dahinya mengeluarkan darah, dan tambah lama tambah deras. Kebingungan, dia langsung pulang dan mengompres dengan es batu, dikasih macam-macam, termasuk bubuk kopi, dan setengah jam keluar dari rumah pergi ke pos dengan dahi yang masih bercucuran darah dan kaus yg memerah meminta diantar ke rumah sakit. Kami antar ke RS Pantai Indah Kapuk, ketika sampai di RS, pendarahan sudah berhenti. Ketika kami berbicara tentang keanehan ini sambil menunggu kemungkinan darah keluar lagi di UGD, tiba-tiba si suster ikut nimbrung; “Bapak percaya tidak dengan hal-hal yang gaib? Soalnya dahinya teman bapak tidak ada bekas luka sama sekali, tadi sudah dicek sama dokter dan dokternya sendiri juga bingung…”


Nah loh


– G