paranormalindonesiaonline.com Jasa Konsultasi Paranormal ramalan Feng Shui GRATIS, pelet jarak jauh. Hubungi Bpk.Pamera, HP: 085797189999 WhatsApp: 081910228999 PIN BBM paranormalindonesia : 265728CB

Yusuf Mansur : Sedekah ke Kyai Kaya?

[Kangsambas] Dulu, saya sempat bingung. Di saat masih mudaan, suka silaturahim ke kyai-kyai pondok. Saat itulah, saya ngeliat pemandangan yang awalnya janggal.Bagaimana tidak bingung? Tidak sedikit jamaah yang sedekah lewat kyai-kyai yang lebih mampu dari jamaahnya. Dulu, saya bertanya-tanya, why? Sampe saya kenal 1 kyai dari dekat.Dulu pula, saya dikasih tau dari salah satu guru sedekah. salah satu yang boleh jadi pilihan tempat sedekah, adalah al-ghony al muttaqi.Yakni ke orang yang kaya, berkecukupan, lagi bertaqwa. Saya ya saat muda itu nanya-nanya, koq bisa? Masa? Dan segudang pertanyaan lain.

Hingga saya mengenal satu ustadz, sangat mengenal, dari dekat. Bahkan sangat dekat. Dia terhitung kaya, berkecukupan. Satu saat, dapat kesempatan menyaksikan, seseorang memberi sedekah kepadanya. Lalu setelah yang ngasih, pulang, ia panggil santrinya.Kamu lansung bagiin sedekah fulan fulanah tadi, ke rumah-rumah sakit dan orang-orang ga punya. Bagiin habis ke sebanyak-banyaknya orang Begitu katanya ke santrinya. Terus saya dengar dia berkata, “Jangan kamu ambil ongkos dari uang itu…” Yang amazingnya…Ustadz tadi terus ngeluarin uang dari sakunya sendiri. “Ini ongkos buat kamu..,” katanya kepada santrinya. Ga cukup sampai disitu Ustadz tadi malah bilang, “Dan ini sedekah saya. nambahin sedekah fulan fulanah tadi. Mintain doa dari mereka-mereka tersebut, buat fulan fulanah tadi.”

Wah, saya takjub. Saya waktu nemenin ustadz tersebut ke rumah jamaahnya, mikir keras. Ustadz tersebut pake Alphard, datang ke jamaah yang susah. Eh, eh, eh, yang susah ini, nitip sedekah ke ustadz ini. Gimana ga mikir keras, coba? Tapi akhirnya, hikmah dibukakan Allah.Sedekah jamaah yang susah itu, terdistribusi tanpa dipotong ongkos apa-apa, bahkan diongkosi dan ditambahi. Saya sekian tahunan yang lalu, bertanya2, “Ga malu tah? Nerima sedekah-sedekah orang? Sementara, engkau wahai guru, kaya?” Apa jawabannya? “Ketika engkau berbuat, mikirin persepsi, penilaian dan pemikiran orang lain, maka itulah riya. Ikhlas aja.” Biar aja persepsi orang terhadap diri kita. Bukan urusan kita. begitu katanya. wuah…

Banyak emang yang setelah kita kenal, kita dekat, berita tentang a, b, c… Tentang fulan a, b, c, bertolak belakang banget. beda. Karena itu saya berusaha belajr untuk slalu positif melihat orang dan ga mau menilai. Takut salah dan malah jatuhnya buruk sangka. Betapa malunya saya. Saat dulu sempat mikir, hehehe. tentang kenapa koq jamaah yang susah, nitipin sedekah kepada kyai-kyai yang kaya. Mending positif, positif, positif. kalo pun bertanya, saya lebih baik belajar, dari sejak pertanyaan, udah positif duluan.

Adalah menjadi hak juga buat siapapun menjadi hidup kaya, senang. Kenapa juga saya kudu mikirin banget-banget. Apalagi kenyataannya, begitu Saya kembali ke kyai saya dulu. Saat bicara perihal al-ghoni al muttaqi. “Sekarang ustadz paham?” tanyanya. Saya bilang, “Paham sedikit. Ustadz-ustadz yang kategori al-ghoni al-muttaqi, minimal, mereka ga ngambil buat mereka, malah nambahi.” Kyai nambahin, “Satu lagi… Jangan punya mata yang bawaannya nilai orang melulu…”, katanya sambil terkekeh. salam.

Sumber / Penulis : yusufmansur.com

Kang Sambas


@



0 komentar:

Poskan Komentar - Kembali ke Konten

Yusuf Mansur : Sedekah ke Kyai Kaya?