Lima belas tahun yang lalu dengan modal yang saya pinjam dengan ayahku, saya datang ke kota Batam untuk membuka usaha, saat itu Batam tidak seramai sekarang. Mall besar seperti BCS, Nagoya Hill belum dibangun. Dari kenalan, saya menyewa sebuah ruko di Komp Bumi Indah yang sekarang sudah dikenal dengan kawasan, yang dipenuhin dengan grosir tas dan parfum, sama dengan yang lainnya, saya juga melakukan dagang parfum disebuah ruko yang saya sewa.



Antusias dan semangat, kebetulan saya adalah suku Tionghua maka di lantai 2 ruko tersebut, saya menyembah dewa Guan Kong atau lebih dikenal dengan dewa perang, pada awalnya saya merasa baik – baik aja di ruko tersebut.


Dewa Guan Kong biasanya disembah umat Tionghua karena dipercaya mampu memberi berkah juga melindungi umatnya

Dewa Guan Kong biasanya disembah umat Tionghua karena dipercaya mampu memberi berkah juga melindungi umatnya


Hingga akhirnya ada beberapa hal aneh yang terjadi.


Struktur ruko tersebut adalah dibawah ruko full toko yang men-display semua parfum saya, kemudian ada sebuah pintu bila dibuka adalah sebuah ruangan kecil yang disana saya menyembah dewa Thi Zhu Gong atau disebut Dewa tanah, kemudian ada sebuah tangga menuju ke lantai 2.


Sampai di lantai 2 yang pertama adalah sebuah ruang dapur dan WC. Kemudian menuju sebuah lorong yang saya sekat menjadi beberapa kamar. Kamar – kamar tersebut saya sewakan sebagai kos kepada karyawan yang bekerja di sekitarnya.


Kejanggalan dimulai ketika para staff suka menempel hal – hal yang berbau religius di pintu kamar. Mereka tidak memberitahukan kepada saya apa yang terjadi dan saya pun tidak mau bertanya banyak hingga akhirnya semua penghuni kos meninggalkan kosku.


Akhirnya hanya saya yang tinggal di ruko itu sendirian. Dan kejadian mistis mulai terjadi padaku dan selalu terjadi. Saya sering melihat seorang wanita melewati dapurku, seorang pria melewati lorong kosku. Kadang – kadang beberapa anak putri yang kira – kira umur 7 atau 9 tahun muncul berdiri di sampingku.


Saya sangat takut tetapi demi usaha dan situasi ekonomi pada saat itu, saya tidak mungkin meninggalkan begitu saja. Saya sudah mencari beberapa orang pintar untuk melakukan pengusiran tetapi yang terjadi justru hantu – hantu ini muncul dengan frekuensi lebih tinggi.


Akhirnya saya pergi ke orang pintar yang bisa berbicara dengan dewa. Kata dewa, hantu yang menghuni di rumahku lebih banyak daripada yang saya perkirakan, benar -benar hal yang buat saya stress. Sudah dililit masalah keuangan dan dagang, malah sekarang ada – ada saja kejadian mistis begitu. Akhirnya saya merasa harus ada jalan keluar, daripada melawan mereka, saya mencoba menyogok mereka.


Kata temanku bila hantu ya ng dirumah menjadi bersahabat dengan kita, mereka akan berhenti muncul dan akan membantu kita untuk menuai rejeki yang lebih besar. Di hari kamis sore saya membeli kue – kue dan lilin kemenyan untuk menyembah mereka.


“MEREKA” karena saya tahu dari orang pintar bahwa yang muncul adalah satu keluarga hantu. Saya meletakkan kue dan membakar lilin kemenyan, dan saya berdoa agar mereka menerima persembahanku, belum 2 detik, PAS !!! dihadapan mukaku, tempat saya meletakkan kue, seorang perempuan mengambil kueku dan memakannya.


Sungguh penampakan yang mengerikan, saya segera lari ke kamar atas (saya melakukan sesajen dilantai bawah, di ruang saya menyembah Dewa Thi Zhu Gong tersebut), segera saya ke altar Guan Gong, saya mengambil patung Guan Gong tersebut dan memeluknya, saya tidak berani kemana – mana, saya hanya duduk dan memeluk patung Guan Gong hingga esok paginya.


penampakan-hantu


Paginya, saya memberanikan diri untuk turun ke lantai bawah untuk membuka ruko. Kue yang saya sembah untuk keluarga hantu masih di situ, namun bentuknya sudah berlendir – lendir dan menggelikan, seperti pernah dikunyah saja.


Di hari itu, saya seperti biasa melayani pelanggan, hingga akhirnya salah satu pelanggan yang mau membayar, berdiri dengan tegang seperti ketakutan dan membatalkan pembelian dan pergi begitu saja. Saya sadar itu pasti ulah anggota keluarga hantu.


Malam harinya, saya pergi ke rumah pacarku, lalu curhat dengan orangtuanya. Setelah berbincang – bincang orangtua pacarku memberi solusi agar aku tetap buka toko di sana tetapi malam harinya tidur di rumah mereka saja. Segera saya balik ke ruko tersebut untuk mengambil semua pakaian dan dokumen saya, ketika saya jongkok untuk mengambil celana di lemari, hantu wanita berdiri di sampingku dan bertanya,


“Kamu mau pindah yah ?”


Saya tidak menjawab. Segera saya mengambil barang pribadiku dan meninggalkan ruko tersebut.


Setelah saya pindah, saya sudah jarang ke lantai 2. Kebanyakan saya hanya buka tutup ruko di lantai bawah, tetapi saya percaya ini adalah pengaruh makhluk mistis, usahaku kurang lancar akhirnya saya dibantu oleh saudara lain untuk menyewa sebuah toko di mal Lucky Plaza, akhirnya usahaku mulai membaik di Lucky Plaza dan saya menutup ruko berhantu tersebut.


 


Lima belas tahun sudah berlalu. Akhirnya ruko itu disewa oleh salah satu kawanku. Saya masuk dan menyapanya dan nongkrong di dalam. Saya tidak lagi mengungkit kejadian itu, di dalam benakku, karena saya percaya mungkin saat itu saya dalam keadaan stress dan mungkin semua itu adalah halusinasi saja, maka tidak ada manfaatnya saya menceritakan kepada kawanku ini, yang ujung-ujungnya menakuti dirinya.


Kebetulan sehari sebelumnya, saya membeli HP iPhone terbaru. Saya menguji kualitas kamera ditoko tersebut, dengan mengambil beberapa foto didalam ruko tersebut. Ketika melihat hasil jepretan… Seorang anak lelaki sekitar umur 3 tahun dalam keadaan telanjang dan berwarna hijau muncul di hasil jepretan tersebut.



Mungkin cerita diatas kurang dramatis dan tegang, karena ini adalah kisah asli yang sesuai terjadi.



Cerita ini akan bersambung dengan penghuni Ruko baru tersebut…


Bila bersedia, penulis menerima donasi melalui BitCoin ke Wallet berikut : 1N1s6Xy43zXEzSh5Pqj3irxB3fH3DYZj9Q


Terima kasih banyak.